Brand New Day

3 years of blogging. Crazy.

Malam itu sepulang dari kegiatan kampus, saya mengalami insomnia yang rasanya mungkin sudah mulai memasuki tingkat akut.

Sudah dua minggu belakangan jam tidur malam saya tidak pernah teratur.

Beberapa buku saya baca berulang-ulang, koleksi film di laptop saya tonton hingga bosan.

Tidak ada satupun yang berhasil.

Sebagai mahasiswa baru, Semarang saat itu sudah menjadi rumah kedua bagi saya selama 3 bulan. Kota yang tidak pernah terbayang pada benak saya sebelumnya, bahwa saya akan menetap di sini selama beberapa tahun ke depan untuk menempuh studi lanjutan dengan status sebagai mahasiswa perantauan.

Di sini, seorang diri tanpa sanak saudara atau keluarga dekat yang setidaknya bisa saya kunjungi setiap libur akhir pekan


I knew basically no one
.

Kota yang ternyata kalau siang terik banget.

Meski perbedaannya dengan panas di Jakarta yang pernah saya rasakan terbilang sangat jauh, panas di Semarang adalah murni karena cuaca, sedangkan panas di Jakarta teriknya lebih dari sekadar membuat kulit gosong. Menyengat. Parah banget.

Biarpun begitu, ada banyak sekali hal yang membuat saya selalu jatuh hati dengan kota Semarang ini, salah satunya adalah suasana malamnya. Tidak pernah gagal membuat saya merasa jenuh. Cantik. Kecuali malam itu.

I was bored.

Saya membuka laman browser, saya mulai menulis di tumblr.

3 years later, I’m still typing.

Sekitar awal tahun 2014, saya mulai menulis di tumblr, dua tahun kemudian akun tersebut akhirnya saya hapus secara permanen.

Mengingat konten dari blog tumblr saya saat itu terbilang sangat memalukan dan selalu membuat sakit mata ketika saya baca ulang.

Lebih buruk dari status pertama akun facebook saya.

It was a silly journal. 

Maklum ya, awal mlula saya belajar menulis.

Isinya tentang sajak, curhat dan tulisan galau tidak jelas saya lainnya sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan seorang perempuan yang “pernah” saya anggap penting di kehidupan saya saat itu. You know, ldr life suck. 

And that’s what happenedI mean, it was stupid.

And yet, here I am still writing. 

Still on the web.

 

Berikut adalah salah satu sajak yang saya tulis 3 tahun lalu, masih tersimpan di folder.

 

Hujan dan Gamang

Setiap senja yang kau lewati tanpa sapa

Lusinan malam yang berhasil kau pejam dengan singkatnya

Ribuan sekat yang sekejap rasanya ingin kalian gulung

Rapalan doa yang saat ini mungkin saja sudah menggunung

Memang begitu mahalnya sebuah pertemuan

Sungguh begitu jahatnya jarak telah memperlakukan kalian

Malam kalian memang selalu begitu

Tidak pernah berbeda dari malam-malam sebelumnya

Malam kalian selalu sama 

Tidak ada bedanya dengan malamku

Malamnya,

Malam kami berdua

 

 

WHAT THE FUCK IS THAT…??? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s