It Lingers…

maxresdefault
The Cranberries live in Paris, 1999

Rest In Peace Dolores O’Riordan

The world has lost a true multitalented today.

Saya harus berterimakasih kepada kakak pertama saya, yang telah mengenalkan saya dengan “Linger” lagu milik The Cranberries melalui dua unit mp3 player yang kakak saya berikan sebagai oleh oleh sepulangnya dari Singapore.

Sejak saat itu, pembuka lagu ‘’Linger’’ berhasil mencuri perhatian saya.

“Linger” terasa lebih dari sekadar layak untuk dinobatkan sebagai salah satu pembuka lagu terbaik sepanjang masa. Transisi setiap melodi di awalnya sangat sempurna, nyaris tanpa cacat.

Bagi yang  baru mendengarkan pertama kali, akan merasa bahwa setiap menit dari lagu ini justru menyajikan hal yang sangat berbeda dari ekspektasi awal ketika mendengarkan intro.

It’s so different. It’s so distinct.

Unexpected.

But I’ve always loved that song.

This morning, I was shocked to hear that Dolores O’Riordan, the lead singer of The Cranberries, had passed away. She was just 46 years old.

 

Berawal dari mendengarkan “Zombie” untuk pertama kalinya ketika usia 12 tahun, The Cranberries sekejap menjadi salah satu figur yang sangat saya gilai. Meski sebenarnya lagu tersebut sudah dirilis pada tahun 1994, dua tahun bahkan sebelum saya lahir.

Menonton lagi video klip tersebut, 22 tahun kemudian, 20 tahun setelah “The Troubles”  yang menjadi inspirasi Dolores dalam menciptakan “Zombie” berakhir, lagu tersebut masih saja membuat saya merinding seperti saat saya mendengarkannya pertama kali.

‘’In your head…” menjadi satu-satunya chorus yang paling saya hafal setiap mendengarkan lagu ini dulu.

 

Sebuah artikel pada tahun 2011 yang di-publish The New York Times menjelaskan seperti ada semacam kolerasi ketika usia menginjak 14 tahun dengan musik yang kita dengarkan pada masa tersebut.

Dikutip dari penulis artikel tersebut, David Hadju:

Fourteen is a formative age, especially for people growing up in social contexts framed by pop culture. You’re in the ninth grade, confronting the tyrannies of sex and adulthood, struggling to figure out what kind of adult you’d like to be, and you turn to the cultural products most important in your day as sources of cool — the capital of young life.

And I’m completely agree with this, as 1994 was one hell of a year for music.

Memang setiap musisi yang meninggal secara mendadak menjadi semacam kilas balik bagi mereka, generasi yang hidup dieranya, yang merasa bahwa musik tersebut telah mengubah kehidupannya.

Seperti parade kelam yang harus dirayakan para pendengarnya untuk mengingat kembali ke masa lalu, masa ketika musik tersebut baru pertama kali mereka perdengarkan.

The Cranberries telah berhasil mencuri perhatian saya sejak kecil.

Mereka masih dan akan tetap menjadi salah satu figur yang saya gilai. Terlepas dulu saya mendengarkan lagu mereka atau tidak, bagi saya sama saja.

Karena setiap masterpiece pasti akan menampakkan dirinya ke permukaan, entah kapan waktunya, untuk menunjukan kualitasnya.

Membuktikan bahwa ada mereka di belakangnya yang sempat hidup dan pernah membuat karya segemilang ini.

 

Other gems; “Free to Decide”, “You and Me”, “Salvation”, “I’m Still Remembering”, “Loud and Clear”, “Wake Up and Smell the Coffee”, “Ode to My Family”.

What’s yours?

Advertisements